SALAM MESSAGE .n_n.

Rabu, 23 Januari 2013

BUNGA (FLOS)



            Akar, batang dan daun serta bagian-bagan tumbuhan lainnya, merupakan bagian-bagian yang secara langsung berguna untuk mempertahankan kehidupan (untuk penyerapan makanan, pengolahan bahan-bahan yang diserap menjadi bahan-bahan yang digunakan oleh tumbuhan untuk keperluan hidupnya : pernafasan, pertumbuhan dan lain-lain) tumbuhan itu sendiri selama pertumbuhannya, oleh sebab itu alat-alat tersebut seringkali dinamakan alat-alat pertumbuhan atau alat-alat vegetatif.

            Sebelum suatu tumbuhan mati, biasanya olehnya telah dihasilkan suatu alat, yang nanti akan dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Alat-alat yang demikian dinamakan Alat Perkembangbiakan (Organum reproductivum) yang dibedakan dalam dua golongan : yang bersifat Vegetatif dan Bersifat Generatif.

            Alat perkembangbiakan generatif itu bentuk dan susunannya berbeda-beda menurut jenisnya tumbuhan, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji, alat tersebut lazimnya merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga,. Oleh sebab itu, suatu tumbuhan berbiji, jika sudah tiba waktu baginya akan mengeluarkan bunga. Pada Bunga inilah terdapat bagian-bagian yang setelah terjadi peristiwa-peristiwa yang disebut : persarian (penyerbukan) dan pembuahan akan menghasilkan bagian tumbuhan yang kita sebut buah, yang di dalamnya terkandung biji dan biji inilah yang nanti akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Jadi, bunga merupakan suatu bagian tumbuhan yang amat sangat penting.

            Jika kita memperhatikan sususan suatu bunga, mudah kita ketahui bahwa bunga adalah penjelmaan suatu tunas,(batang dan daun-daun) yang bentuk, warna dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan, sehingga pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan, dan pembuahan dan akhirnya dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan.

      Tunas yang mengalami perubahan bentuk menjadi bunga itu biasanya batangnya lalu terhenti pertumbuhannya, merupakan tangkai dan dasar bunga, sedangkan daun-daunnya sebagian tetap bersifat seperti daun, hanya bentuk dan warnanya berubah, dan sebagian lagi mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian yang memainkan peranan dalam peristiwa-peristiwa yang akhirnya akan menghasilkan calon-calon individu baru tadi.
           Berhubung dengan terhentinya pertumbuhan batang, maka ruas-ruas menjadi amat pendek, sehingga bagian bunga yang merupakan metamorfosis daunnya tersusun amat rapat satu sama lain, bahkan biasanya bagian-bagian tadi tampaknya seakan-akan tersusun dalam lingkaran-lingkaran.
           Bertalian dengan letak dan susunan bagian-bagian bunga ini dibedakan menjadi :
  1. Bunga yang bagian-bagiannya tersusun menurut garis spiral (acyclis), misalnya Bunga Cempaka (Michelia champaka L.)
  2. Bunga yang bagian-bagiannya tersusun dalam lingkaran-lingkaran (cyclis), misalnya Bunga Terong (Solanum melongena L.), Bakung (Hymenocalis littoralis Salisb.)
  3. Bunga yang sebagian bagian-bagiannya duduk dalam lingkaran dan sebagian lagi terpencar atau menurut garis spiral  (hemicyclis) misalnya Bunga Sirsak (Annona muricata L.)
Pada bunga terdapat sifat-sifat, yang merupakan penyesuaian untuk melaksanakan tugasnya sebagai penghasil alat perkembangbiakan yang sebaik-baiknya. Umumnya sifat-sifat yang menarik dari suatu bunga adalah :
-       Bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannya
-       Warnanya
-       Baunya
-       Ada dan tidaknya madu ataupun zat lain

Jumlah Bunga Dan Tata Letaknya pada Suatu Tumbuhan

Pada suatu tumbuhan, ada kalanya hanya terdapat satu bunga saja, misalnya Bunga Cokelat (Zephyranthus rosea Lindl.) tetapi umumnya pada suatu tumbuhan dapat ditemukan banyak bunga.
           
Tumbuhan yang hanya menghasilkan satu bunga saja dinamakan Tumbuhan berbunga tunggal (Planta uniflora) sedangkan satunya Tumbuhan berbunga banyak (Planta multiflora)

Jika suatu tumbuhan hanya mempunyai satu bunga saja, biasanya bunga tersebut terdapat pada ujung batang, jika bunganya banyak, dapat sebagian bunga-bunga tadi terdapat dalam ketiak-ketiak daun dan sebagian pada ujung batang atau cabang-cabang.
           
 Jadi menurut tempatnya pada tumbuhan, dapat kita bedakan menjadi :
  1. Bunga pada ujung batang (flos terminalis), misalnya Bunga Coklat, Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima Swartz.)
  2. Bunga di ketiak daun (flos lateralis atau flos axillaris), misalnya pada Kembang Sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.), Kembang Telang (Clitoria ternatea L.)
Selain itu, pada suatu tumbuhan dapat kita lihat, bahwa bunganya yang besar jumlahnya itu dapat :
-       Terpencar atau terpisah-pisah (flores sparsi), misalnya pada Kembang Sepatu
-       Berkumpul membentuk suatu rangkaian dengan susunan yang beraneka ragam.
Suatu rangkaian bunga dinamakan pula : Bunga majemuk (anthotaxis atau inflorescentia) misalnya pada Kembang Merak.

Bunga Majemuk ( Anthotaxis / Inflorescentia)
          Suatu bunga majemuk harus dapat dibedakan dari cabang yang mendukung sejumlah bunga di ketiaknya. Pada suatu cabang dengan sejumlah bunga di ketiak jelas kelihatan, bahwa di antara bunga-bunganya sendiri yang terdapat pada cabang itu terdapat daun-daun biasa yang berguna untuk asimilasi.

            Pada suatu bunga majemuk, sumbu yang mendukung bunga-bunga  yang telah berkelompok itu tidak lagi berdaun, atau jika ada daunnya, daun-daun tadi telah mengalami metamorfosis dan tidak lagi berguna sebagai alat untuk asimilasi. Walaupun demikian menurut kenyataannya seringkali tidak mudah untuk membedakan suatu bunga majemuk dari cabang yang mempunyai bunga-bunga di ketiak daunnya.

            Pada suatu bunga majemuk lazimnya dapat kita bedakan bagian-bagian berikut :
A.     Bagian-bagian yang bersifat seperti batang atau cabang, yaitu :
a.    Ibu tangkai bunga (pedunculus, pedunculus communis atau rhachis), yaitu bagian yang biasanya merupakan terusan batang atau cabang yang mendukung bunga majemuk tadi. Ibu tangkai ini dapat bercabang, dan cabang-cabangnya bercabang lagi, dapat pula sama sekali tidak bercabang.
b.       Tangkai bunga (pedicellus), yaitu cabang ibu tangkai yang mendukung bunganya
c.        Dasar bunga (receptaculum), yaitu ujung tangkai bunga, yang mendukung bagian-bagian bunga lainnya.

B.     Bagian-bagian yang bersifat seperti daun, antara lain :
a.    Daun-daun pelindung (bractea) yaitu bagian-bagian yang serupa daun yang dari ketiaknya muncul cabang-cabang ibu tangkai atau tangkai bunganya.

b.    Daun tangkai (bracteola), yaitu satu atau dua daun kecil yang terdapat pada tangkai bunga. Pada tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae) biasanya terdapat dua daun tangkai ynag letaknya tegak lurus pada bidang median, sedangkan pada tumbuhan biji tunggal (Monocotyledoneae) hanya terdapat satu daun tangkai dan letaknya di dalam bidang median, di bagian atas tangkai bunga.

c.     Seludang bunga (spatha), yaitu daun pelindung yang besar, yang seringkali menyelubungi seluruh perbungaan waktu belum mekar, misalnya pada Bunga Kelapa (Cocos nucifera L.), iles-iles (Amorphophallus variabilis Bl.)

d.    Daun-daun pembalut (bractea involucralis, involucrum), yaitu sejumlah daun-daun pelindung yang tersusun dalam suatu lingkaran, terdapat pada Bunga matahari (Helianthus annuus L.)

e.     Kelopak tambahan (epicalyx) yaitu bagian-bagian serupa daun yang berwarna hijau kecil tersusun melingkar dan terdapat di bawah kelopak, misalnya pada bunga Kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.), Kapas (Gossypium sp.)

f.     Daun-daun kelopak (sepalae)
g.     Daun-daun mahkota atau daun tajuk (petalae)
h.    Daun-daun tenda bunga (tepalae), jika kelopak dan mahkota sama bentuk dan warnanya.
i.      Benang-benang sari (stamina)
j.      Daun-daun buah (carpella)

Ibu tangkai bunga yang tidak bercabang dan tidak berdaun seringkali dinamakan sumbu bunga (scapus). Ibu tangkai yang bercabang memperlihatkan cara percabangan yang bermacam-macam. Selain dari itu, Jumlah cabang, panjangnya dibandingkan dengan ibu tangkai serta susunan cabang-cabang tadi, berpengaruh pula terhadap urut-urutan mekarnya masing-masing bunga pada suatu bunga majemuk.

Bertalian dengan sifat-sifat itu bunga majemuk dibedakan dalam tiga golongan :
a.       Bunga Majemuk Tak Terbatas (Inflorescentia racemosa, inflorescentia botryoides atau inflorecentia centripetala), yaitu bunga majemuk yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak, dan mempunyai susunan “acropetal” (semakin muda smakin dekat dengan ujung ibu tangkai) dan bunga-bunga pada bunga majemuk ini mekar berturut-turut dari bawah ke atas. Jika ujung ibu tangkai tak mendukung suatu bunga, tampaknya seakan-akan bunga majemuk ini tak terbatas, lagipula jika dilihat dari atas, nampak bunga mulai mekar dari pinggir menuju ke pusat, itulah maka bunga majemuk yang bersifat demikian dinamakan : Inflorescentia centripetala. Bunga majemuk tak terbatas terdapat pada Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima Swartz.), Mangga (Mangifera indica L.).

b.       Bunga Majemuk Terbatas (Inflorescentia cymosa atau inflorescentia centrifuga, inflorescentia definita) yaitu bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya selalu ditutup dengan suatu bunga, jadi ibu tangkai mempunyai pertumbuhan yang terbatas. Ibu tangkai ini dapat pula bercabang-cabang dan cabang-cabang tadi seperti ibu tangkainya juga selalu mendukung suatu bunga pada ujungnya. Pad bunga majemuk yang terbatas bunga yang mekar dulu ialah bunga yang terdapat di sumbu pokok atau ibu tangkainya.

Melihat jumlah cabang pada ibu tangkai, bunga majemuk terbatas dibedakan lagi dalam tiga macam :
  1. Yang bersifat Monochasial, jika ibu tangkai hanya mempunyai satu cabang, ada kalanya lebih (dua cabang), tetapi tidak pernah berhadapan, dan yang satu lebih besar daripada yang lainnya. Cabang yang besar selanjutnya seperti ibu tangkai setiap kali hanya mengeluarkan satu cabang saja. Bunga majemuk seperti ini ditemukan pada berbagai jenis tumbuhan yang berbiji tunggal (Monocotyledoneae), Kapas (Gossypium sp.).
  2. Yang bersifat Dichasial, jika dari ibu tangkai keluar dua cabang yang berhadapan, terdapat pada tumbuhan dengan buah berbibir (Labiatae), dll.
  3. Yang bersifat Pleiochasial, jilka dari ibu tangkai keluar lebih dari dua cabang pada suatu tempat yang sama tingginya pada ibu tangkai tadi, misalnya pada Bunga Oleander (Nerium oleander L.)
c.        Bunga Majemuk Campuran (Inflorescentia mixta), yaitu bunga majemuk yang memperlihatkan baik sifat-sifat bunga majemuk berbatas maupun sifat bunga majemuk tak berbatas.

Bunga majemuk yang dibedakan dalam ketiga golongan tersebut di atas masing-masing dapat lagi dibedakan dalam beberapa ragam. Berikut adalah berbagai ragam bunga majemuk yang dapat kita jumpai pada tumbuhan :
a.       Bunga Majemuk Tak Terbatas (Inflorescentia racemosa, inflorescentia botryoides atau inflorecentia centripetala)
Dalam golongan ini dibedakan lagi yang :
I.     Ibu tangkainya tidak bercabang-cabang, sehingga bunga (bertangkai atau tidak) langsung terdapat pada ibu tangkainya.
1.       Tandan (racemus atau botrys), jika bunga bertangkai nyata, duduk pada ibu tangkainya. Kita dapat juga mengatakan ibu tangkai bercabang, dan cabangnya masing-masing mendukung satu bunga pada ujungnya, misalnya pada Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima Swartz.)

2.       Bulir (spica), seperti tandan tetapi bunga tidak bertangkai, misalnya Bunga Jarong (Stachytarpheta jamaicencis Vahl.)

3.       Untai atau Bunga Lada (amentum), seperti bulir, tetapi ibu tangkai hanya mendukung bunga-bunga yang berkelamin tunggal dan runtuh seluruhnya (Bunga majemuk yang mendukung bunga jantan, yang betina menjuntai menjadi buah) terdapat pada Sirih (Piper betle L.)

4.       Tongkol (spadix), seperti bulir tetapi ibu tangkai besar, tebal dan seringkali berdaging, misalnya pada iles-iles (Amorphophallus variabilis Bl.), Jagung (Zea mays L.) tetapi hanya bunga betina.

5.       Bunga payung (umbella), yaitu suatu bunga majemuk tak berbatas yang dari ujung ibu tangkainya mengeluarkan cabang-cabang yang sama panjangnya, masing-masing cabang mempunyai suatu daun pelindung pada pangkalnya, dan karena pangkal daun sama tinggi letaknya maka tampak seakan-akan pada pangkal cabang-cabang tadi seperti terdapat daun-daun pembalut. Bunga payung terdapat pada Tumbuhan suku Umbelliferae, misalnya : Daun Kaki Kuda (Centella asiatica Urb.)

Pada suatu bunga payung cabang-cabang ibu tangkai masing-masing dapat mengulangi cara percabangan ibu tangkainya, hingga dengan demikian terjadi bunga payung yang bertingkat, yang lazimnya lalu disebut : Bunga payung majemuk, seperti yang terdapat pada wortel (Daucus carota L.)

6.       Bunga Cawan (corymbus atau anthodium), yaitu suatu bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya lalu melebar dan merata, sehingga mencapai bentuk seperti cawan (ada kalanya tidak begitu lebar dan rata sehingga bentuk cawan tidak begitu nyata), dan pada bagian itulah tersusun bunga-bunganya. Pada pangkal bunga majemuk yang demikian ini biasanya terdapat daun-daun pembalut (involucrum). Selain dari itu pada bunga cawan lazimnya kita dapati  dua macam bunga, yaitu :
-       Bunga pita : bunga yang mandul yang terdapat  sepanjang tepi cawan, oleh sebab itu dinamakan pula bunga pinggir (flos marginalis), yang seringkali mempunyai mahkota yang berbentuk pita, oleh sebab itu dinamakan pula bunga pita (flos lingulatus).

-       Bunga tabung, yaitu bunga-bunga yang terdapat pada cawannya sendiri (flos disci), seringkali kecil dan berbentuk tabung, oleh sebab itu dinamakan bunga tabung. Bunga inilah yang mempunyai kedua macam alat kelamin (benang sari dan putik) dan dapat menghasilkan putik.

7.       Bunga Bongkol (capitulum), suatu bunga majemuk yang menyerupai bunga cawan, tapi tanpa daun-daun pembalut, dan ujung ibu tangkai biasanya membengkak, sehingga bunga majemuk seluruhnya berbentuk seperti bola. Bunga-bunga yang dudukdi bagian yang membengkak tadi seringkali mempunyai sisik (palea) pada pangkal, jadi sisik itu terletak pada bongkolnya (ujung ibu tangkai yang membengkak tadi). Bentuk bunga majemuk yang demikian ini umum terdapat pada tumbuhan suku Mimosaceae, misalnya Lamtoro (Leucaena glauca Benth.), petai (Parkia speciosa Hassk.), Sikejut/Putri Malu (Mimosa pudica L.), dll.

8.       Bunga Periuk (Hypanthodium). Bunga ini dapat dibedakan dalam dua bentuk, yaitu :
-       Ujung ibu tangkai menebal, berdaging, mempunyai bentuk seperti gada, sedang bunga-bunganya terdapat meliputi seluruh bagian yang menebal tadi, sehingga tercapai bentuk bulat atau silinder. Daun-daun pembalut tidak ada. Bunga majemuk yang demikian susunannya terdapat misalnya pada Keluwih (Artocarpus communis Forst.), Nangka (Artocarpus integra Merr.)

-       Ujung ibu tangkai berdaging, membentuk badan yang menyerupai periuk sehingga bunga-bunga yang semestinya terletak padanya lalu terdapat di dalam periuk tadi dan sama sekali tak tampak dari luar misalnya pada lo (Ficus glomerata Roxb.), Awar-Awar (Ficus septica Burm.) dan marga lo (Ficus sp.) umumnya.

II.  Ibu tangkai bercabang-cabang dan cabang-cabangnya dapat bercabang-cabang lagi, sehingga bunga-bunga tidak terdapat pada ibu tangkainya.
Dalam golongan ini dapat disebut :
  1. Malai (panicula) : Ibu tangkainya mengadakan percabangan secara monopodial, demikian pula cabang-cabangnya, sehingga suatu malai dapat disamakan dengan suatu tandan majemuk. Secara keseluruhan seringkali memperlihatkan bentuk sebagai kerucut atau limas, misalnya pada Bunga Mangga (Mangifera indica L.)
  2. Malai rata (corymbus ramosus) : Ibu tangkai mengadakan percabangan, demikian pula seterusnya cabangnya, tapi cabang-cabang tadi mempunyai sifat sedemikian rupa sehingga seakan-akan semua bunga pada bunga majemuk ini terdapat pada suatu bidang datar atau agak melengkung, misalnya Bunga Soka (Ixora grandiflora Zoll. Et Mor.), Kirinyu (Sambucus javanica Bl.)
  3. Bunga payung majemuk (umbella composita) : yaitu suatu bunga payung yang bersusun, dapat pula dikatakan sebagai bunga payung, yang bagian-bagiannya berupa suatu payung kecil (Umbellula). Pada pangkal percabangan yang pertama terdapat daun-daun pembalut (involucrum), demikian pula pada pangkal percabangan yang berikutnya, hanya daun-daunnya lebih kecil (involucellum). Bunga payung bertingkat atau majemuk terdapat misalnya pada Adas (Foeniculum vulgare Mill.) dan Wortel (Daucus carota L.)
  4. Bunga tongkol majemuk : yaitu bunga tongkol yang ibu tangkainya bercabang-cabang dan masing-masing cabang merupakan bagian dengan susunan seperti tongkol pula, terdapat pada Kelapa (Cocos nucifera L.), dan Palma (Palmae) umumnya. Suatu tongkol majemuk sebelum mekar biasanya diselubungi  oleh seludang yang besar, tebal dan kuat.
  5. Bulir majemuk, Jika ibu tangkai bunga bercabang-cabang dan masing-masing cabang mendukung bunga-bunga dengan susunan seperti bulir, misalnya Bunga Jagung (Zea mays L.) yang jantan dan bunga berbagai jenis rumput (Graminae)
SUMBER : Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan.  Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trims ya sudah berkenan ninggalin jejak di Memories of My Life .n_n.