SALAM MESSAGE .n_n.

Selasa, 01 Januari 2013

SURAT CINTA UNTUK MURABBI

DIA ATAU DIRIMU, AKU TETAP MENCINTAI KALIAN


Teruntuk Murabbiyahku tercinta..
Di Bumi kepunyaan ALLAH…

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…
Bagaimana kabarmu hari ini mbakku nan sholehah… Semoga engkau selalu baik dan tak pernah lepas dari penjagaan-Nya.. Ria rasa ini adalah kali pertama Ria menulis surat untuk mbak.. Walaupun sekarang kita masih bersama, namun tak ada salahnya kan Ria ingin mengungkapkan apa yang Ria rasa terhadap mbak lewat surat ini…

Mbakku tersayang…
Pertama sekali Ria haturkan permohonan maaf karena Ria merasa awal kisah kita yang kurang indah.. Entah mengapa, saat perpisahan bersama Murabbiyah  sebelumnya sangat menyayat hati dan membekas di lara.. Ria begitu sayang dan terlampau nyaman dengan beliau.. Sehingga saat beliau terpaksa meninggalkan kami para mutarabbinya, Ria agak  berat melepasnya.. Saat itu Ria merasa hanya beliaulah yang mampu membuat Ria merasa nyaman, merasa terlindungi dan merasa diayomi.. Sikapnya yang peduli, lembut dan tak pernah bersikap keras terlebih dalam mengingatkan.. Ria menyukai kepribadian beliau…

Mbakku yang sholehah…
Mohon maaf atas perkenalan kita yang mungkin sempat menorehkan luka di hati mbak… Atas sikap Ria yang sepenuhnya belum bisa menerima mbak sebagai pengganti beliau… Atas sikap Ria yang tidak langsung cocok dan nyaman seperti pertemuan Ria dengan beliau dahulu.. Ria yang kurang sreg dengan sikap mbak yang terkesan cuek, kurang ramah, dan sangat tegas... Saat itu Ria seperti merasa masuk ke dalam tahanan yang dijaga oleh seorang yang garang.. Yang ada hanya perasaan takut, bahkan terkadang sampai kepada rasa tak suka, atas perbedaan karakter yang sangat bertolak belakang.. Ria menginginkan sosok mbak yang peduli, menganggap para mutarabbinya sebagai adik-adiknya, melindungi mereka, mengayomi mereka dan mengingatkan dengan cara yang halus tapi mengena, sambil tetap bisa tersenyum ramah…

Mbakku yang lembut hati…
Maafkanlah binaanmu ini, karena masih berperangai seperti anak-anak yang belum bisa ditinggal sang ibu, atau seorang adik yang masih bermanja-manja pada sang kakak… Seingkali ria tersinggung atas sikap mbak yang cuek, dan terkesan jutek. Entah mengapa setiap sikap mbak membuat Ria tersinggung, Ria pun tidak sadar mengapa menerima mbak sebagai pengganti beliau adalah hal yang sangat sulit.. Hingga Ria seringkali tidak hadir halaqoh, beberapa kali memang dengan alasan sakit, namun ada pula beberapa kali memang karena sedang tak ingin bertemu… Ada sebutir rasa sakit yang tumbuh, Ria pun tak tahu mengapa.. Maafkan Ria mbak… Maafkan…

Mbakku tersayang…
Ria masih ingat saat Ria curhat pada mbak, dan akhirnya mbak menghancurkan tembok naïf  yang ada dalam diri mbak.. Mbak mulai bersikap ramah dan cair kepada Ria.. Sampai saat mbak jujur bahwa dalam kecuekan mbak yang memang sudah karakter mendarah daging, sebenarnya mbak peduli dengan Ria, sebenarnya mbak memperhatikan Ria, sebenarnya selalu ada rabithah yang mengalun dalam setiap wirid sehabis shalat mbak.. Bahwa sebenarnya, di balik sikap mbak yang terkesan dingin, mbak menyayangi Ria.. Maafkan Ria mbak.. Sampai Ria tidak bisa menerima mbak dengan segala kekurangan mbak yang memang bersikap cuek namun amat peduli… Maafkan Ria yang berpikir minus tentang mbak.. tentang saudari-saudari seperjuangan.. Maafkan Ria…

Mbakku tersayang yang dicintai ALLAH…
Saat itu Ria terdiam.. Terdiam karena Ria mendengar cerita tentang mbak dari seorang saudari yang bersama-sama mengajar TPA dengan mbak, yang juga teman Ria… Ria tidak menyangka bahwa Ria membuat mbak bersalah sampai-sampai mbak harus melawan rasa gengsi untuk menangis di hadapan seorang saudari tersebut karena mbak bingung menghadapi Ria… Ria terdiam.. Tidak menyangka… Ternyata mbak merasa amat bersalah atas ketidaknyamanan Ria dan kebelumcocokan Ria berada di bawah bimbingan mbak… Mbak yang pintar… Sholehah… Dan banyak sisi baik… Harus terkalahkan oleh sikap mbak yang cuek dan kurang care (yang Ria anggap).. Maafkan Ria mbak… Maafkan Ria…..

Mbakku terkasih…
Surat ini Ria tulis dari hati yang paling dalam.. Maafkan diri Ria yang sangat sensitif dan belum dewasa ini ya mbak… Semoga surat ini menjadi penyampai rasa maaf Ria bersama rabithah pengikat hati agar senantiasa dilingkupi rasa sayang yang terus bertambah dan berlandaskan cinta karena-Nya… Semoga.. Semoga ikatan hati ini takkan pernah putus.. Semoga kita senantiasa saling menyayangi dan mengerti.. Ria sayang mbak.. Ria ingin menjadi sosok binaan yang mbak sayangi.. Ria ingin menjadi sosok adik yang mbak ingatkan dengan lembut tapi tetap tegas… Semoga surat isi meresap ke hati… aaaamiiiin..

Wassalamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh.
Indralaya, 15 Juli 2012, 11:38 pm
Ria Hidayah
Adik yang sesungguhnya mencintaimu, karena ALLAH
***

Naskah surat cinta untuk Murabbi ini pernah Aya ikutkan di event Surat Cinta untuk Murabbi. Hasilnya belum rejeki untuk lolos. Tapi tak apa ya Aya posting di sini.. ^_^ Semoga bermanfaat.. (Siapa tau yang bersangkutan Allah takdirkan mampir ke sini dan membaca Surat Cinta Sederhana ini )
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trims ya sudah berkenan ninggalin jejak di Memories of My Life .n_n.